Bermula Dari Niat…

January 29, 2009

Ya, semuanya bermula dari niat… sbg landasan kita beramal dan bermuamalah. Dengan berniat mengisi waktu dengan kegiatan yang positif bagi diri dan keluarga, serta sekaligus berkontribusi kepada masyarakat luas khususnya ummat di lingkungan sekitar, maka dicarilah ide untuk mendistribusikan produk-produk yang sesuai dengan syariat. Produk dimana jika digunakan oleh penggunanya, akan menambah ingat mereka kepada sang Khalik. Produk yang di Batam sulit untuk ditemukan, atau produk yang distribusinya masih terbatas. Maka pilihan jatuh ke produk-produk VCD hasil karya Harun Yahya *).

*) Di artikel berikutnya akan ditampilkan sosok Harun Yahya.

Kenapa VCD Harun Yahya?

Buku-buku karya Harun Yahya, termasuk berbagai situs yang mengupas tentang karya-karya beliau, berupaya untuk mengingatkan kembali berbagai fakta sangat penting yang terabaikan oleh banyak orang dan bahkan mereka ingkari akibat pengaruh fitnah abad modern. Salah satu fakta yang mendasar ini adalah penciptaan, yakni bahwa alam semesta, makhluk hidup dan manusia bukanlah wujud yang ada dengan sendirinya, akan tetapi ciptaan Allah, Sang Maha Pencipta. Kita semua diciptakan-Nya dan kepada-Nya lah kita akan kembali. Berbagai pengingkaran “ilmiah” terhadap fakta ini – seperti Darwinisme dan dogma materialistik lainnya – ternyata tidak lebih dari sekedar kebohongan.

Karya-karya Harun Yahya mengajak semua orang di segenap penjuru dunia, apapun latar belakang budaya, ras, suku dan sosial mereka, untuk menyadari fakta yang sangat mendasar ini dan memikirkan secara mendalam kewajiban-kewajiban mereka terhadap Sang Pencipta. Ini adalah risalah yang di dalamnya terkandung kunci keselamatan dan kebahagiaan manusia.

Ini adalah dakwah yang tulus dan tanpa pamrih. Harun Yahya sendiri tidak mengharapkan ataupun mendapatkan keuntungan materi dari buku-buku yang ditulisnya. Tidak pula mereka yang membantu dalam hal desain, penerbitan dan penyebarluasan buku-buku ini, atau film-film dokumenter, kaset audio dan desain grafis yang didasarkan pada buku-buku tersebut, mengharapkan ataupun mendapatkan keuntungan materi. Dengan niat yang sama, IrfanMedia berusaha mendistribusikan hasil karya Harun Yahya dan berdoa… semoga langkah kecil yang dilakukan IrfanMedia dapat memberikan kontribusi positif kepada ummat… dan dicatat sebagai amal jariyah. Amien.

Wassalam

IrfanMedia

Advertisements
8 Jam Bisa Menerjemahkan Al Qur'an Metode Granada

8 Jam Bisa Menerjemahkan Al Qur'an Metode Granada Sistem 4 Langkah

Paket Buku dan VCD ini merupakan salah satu wujud upaya Ustadz Solihin Bunyamin Ahmad, Lc mendapatkan metode yang tepat untuk mengajar terjemah Al Quran dengan cepat dan tepat.

Baginya, bahasa Arab lebih sederhana dibanding bahasa-bahasa lain di dunia. Dan ia buktikan melalui rumus yang ia ciptakan, dengan kesimpulan bahwa ilmu perubahan kata (sharaf) dan ilmu pola kalimat (nahwu) dapat ia rangkum hanya dalam setengah halaman folio saja. Meskipun metode ini belum sempurna dan masih banyak kekurangan, tetapi ia bisa dijadikan alat bagi revolusi pendidikan terjemah AL Quran bukan hanya di Indonesia, melainkan untuk bangsa-bangsa lain di dunia. InsyaAllah.

Dalam satu paket terdiri dari :

  1. 6 Video CD yang terdiri dari :
    1. 4 VCD Teori dan
    2. 2 VCD Praktek
  2. Buku panduan belajar dan mengajar Metode
  3. Kamus Praktis Juz 1 yang di dalamnya tercakup 70 % bahasa Al-Qur’an
  4. Lembar Praktek

Mudahnya Belajar Al-Qur’an

Setiap rasul diutus dengan membawa mukjizat guna menguatkan dirinya bahwa mereka benar-benar utusan Tuhan alam semesta. Dan segala puji bagi-Nya, mukjizat terbesar Rasul kita adalah sesuatu yang bisa kita warisi turun temurun. Al-Qur’an yang suci.

Para ulama mengklasifikasikan kemukjizatan Al-Qur’an ke dalam beberapa hal. Diantaranya pengkhabaran ghaibnya yang selalu tepat, pensyari’atannya yang begitu adil, gaya bahasanya yang amat indah, dan lain sebagainya. Namun yang akan kami pertegas dalam tulisan ini, Al-Qur’an juga merupakan kitab suci yang paling mudah untuk dibaca, dipelajari, bahkan dihafal.

Hal ini bukanlah hal yang mustahil ketika kita mengimani bahwa ia merupakan kalam Ilahi, yang Allah telah berjanji untuk memberi kemudahan bagi siapapun yang mempelajarinya.

Firman-Nya, “Dan sungguh benar-benar telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk dipelajari, maka adakah yang mau mempelajarinya”.

Bila kita merujuk pada kitab-kitab tafsir, sedikitnya terdapat empat penguat pada ayat di atas.

  1. “Lam taukid” yang berarti “sungguh”
  2. Adanya “Qad” yang mendahului Kata Kerja Bentuk Lampau yang kita terjemahkan dengan “benar-benar”
  3. Penyebutan memudahkannya dengan menggunakan pola Kata Kerja Bentuk Lampau, bukan, “akan Kami mudahkan”, dan
  4. Pengulangannya sebanyak 4 kali dengan redaksi yang sama persis dalam surat Al-Qomar pada ayat 17, 22, 32, & 40.

Oleh karenanya, kami mengajak diri kami sendiri beserta kaum muslimin pembaca tulisan ini, untuk kembali menghidupkan Al-Qur’an dalam diri kita dengan rajin membacanya, mempelajari hukum-hukumnya serta mengamalkannya, guna keselamatan dunia akhirat.

Para pecinta Al-Qur’an selalu membekali diri dengan setiap huruf yang dibacanya guna kehidupan hari nanti. Hari dimana para pendosa berharap bisa menebus siksa neraka dengan putra-putri, istri, saudara, kerabat yang biasa menolong, serta seluruh manusia yang ada dimuka bumi agar ia diselamatkan. (lihat QS. Al-Ma’arij : 11 – 15)